Sejarah Penemuan Gaya Dan Masa

College Loan Consolidation Friday, January 29th, 2016 - Fisika Kuliah

Sejarah Penemuan Gaya Berat

Menjelang berakhirnya abad ke-17 Sir Isaac Newton (1642-1727), seorang ilmuwan Inggris, berhasil menyingkap tabir teka-teki alam yang menarik perhatian itu. Mengenai penemuannya, ada sebuah lelucon menarik yang menceritakan, jawaban itu diperoleh ketika sebuah apel jatuh ke kepalanya sewaktu ia sedang merenungi masalah ini di bawah sebatang pohon apel di pekarangannya (apakah buah apel ini mengenai kepalanya, diragukan kebenarannya). Diceritakan, kejadian ini mengilhaminya untuk menemukan hukum yang kemudian terkenal dengan nama “Hukum Gaya Berat (Gravitasi) Newton (1687)”. Hukum ini menyatakan, dua benda yang terpisah oleh jarak tertentu cenderung tarik-menarik dengan gaya (atau kekuatan) alamiah yang sebanding dengan massa (atau ukuran kepadatan atau berat) masing-masing benda dan juga berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara keduanya.

Advertisment

Hukum Newton Gaya Berat Newton

Kembali ke pertanyaan kita di atas, terdapat dua benda yang saling mempengaruhi, yaitu Bumi dan batu kecil yang semula berada dalam tangan. Gaya atau kekuatan tarikan Bumi pada batu itu sebagaimana dinyatakan oleh hukum di atas disebut gaya berat atau gaya gravitasi atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan berat batu. Sebaliknya pun berlaku. Bumi ditarik oleh batu kecil itu dengan gaya atau kekuatan yang sama besar. Di sini jarak antara batu dan Bumi dihitung dari batu ke pusat Bumi yang berada sekitar 3.670 km di bawah permukaan Bumi. Nampaknya dengan bantuan Hukum Gaya Berat Newton ini, kita mulai sedikit memahami asal-usul penyebab jatuhnya batu kecil tersebut ke permukaan Bumi. Tetapi rasanya masih ada yang mengganjal apabila kita hendak menerapkan hukum ini secara langsung. Mengapa justru batu yang tertarik jatuh menuju ke permukaan Bumi dan bukan sebaliknya Bumi yang tertarik ke atas menuju batu kecil yang Ada lepaskan? Pertanyaan ini dijawab melalui Hukum Newton berikut dalam cabang ilmu fisika yang mengkhususkan pada permasalahan gerak dan penyebabnya, yaitu cabang mekanika.

Dalam bahasa sehari-hari gaya sering diartikan sebagai dorongan atau tarikan, terutama yang dilakukan oleh otot-otot manusia. Untuk itu perlu didefinisikan secara lebih terperinci dan tepat. Disini definisi gaya dinyatakan dalam percepatan yang dialami oleh suatu benda standar bila diletakkan dalam lingkungan tertentu yang sesuai.

Benda standar tersebut diikatkan pada ujung pegas dan diletakkan di atas sebuah meja horizontal yang gesekannya dapat diabaikan. Keduanya berlaku sebagai lingkungan bagi benda tersebut. Ujung pegas yang lain dipegang dengan tangan. Sekarang pegas ditarik secara horizontal ke kanan; dengan coba-coba diusahakan agar benda mengalami percepatan konstan 1,0 m/detik2. Pada keadaan ini dikatakan sebagai definisi, bahwa pegas (yaitu lingkungan utama benda) melakukan gaya konstan pada benda yang besarnya 1,00 newton, atau dalam notasi SI: 1,00 N.

Gaya Dan Masa,hukum gaya,hukum mas,penemu gaya penemu masa

a. Sebuah partikel P (kilogram standar) diam di atas permukaan horizontal tanpa gesekan
b. Benda dipercepat dengan menarik pegas ke kanan.

Pada gambar a terlihat bahwa dalam melakukan gaya ini pegas terentang sepanjang Δl melebihi panjang normalnya ketika kendur, seperti diperlihatkan dalam gambar b.

Hukum Gaya Gerak Newton

Pada Hukum Newton Kedua atau Hukum Gerak ini menyatakan hubungan antara gaya dan gerak yang menempatkan keduanya sebagai suatu hubungan sebab-akibat. Di sini gaya dikaitkan dengan kekuatan mendorong atau menarik yang berperan sebagai penyebab “perubahan gerak” sebuah benda. Atau lebih terinci lagi, gaya adalah penyebab perubahan besar kecepatan (laju) dan arah gerak (arah kecepatan) benda. Hukum Newton kedua ini menyatakan, besarnya perubahan gerak benda yang secara pengukuran disebut percepatan berbanding terbalik dengan massa benda itu dan berbanding lurus dengan gaya penyebabnya. Besaran massa di atas, yang samar-samar pengertiannya, dapat disetarakan dengan berat benda (ingat Hukum Gaya Berat Newton) dan secara fisika merupakan ukuran keengganan benda untuk mengubah keadaan gerak semula. Jadi secara fisika hukum ini menyatakan, benda yang massanya lebih besar (atau lebih berat) enggan sekali mengubah keadaan geraknya semula sedangkan yang jauh lebih kecil massanya (jadi lebih ringan) memperlihatkan perilaku yang lebih luwes. Dengan demikian, benda yang massanya besar sekali, bila semula berada dalam keadaan diam, cenderung untuk tetap berada dalam keadaan diam.

Pada masalah kita di atas massa bumi jauh lebih besar daripada massa batu kecil itu. Dengan demikian terungkaplah sekarang secara jelas apa penyebabnya tertariknya batu kecil itu (melalui Hukum Gaya Berat Newton) dan mengapa jatuhnya haruslah ke permukaan Bumi (melalui Hukum Gerak Newton). Pada bagian di atas baru ditinjau percepatan yang diberikan pada satu benda khusus yaitu kilogram standar. Dengan demikian dapat didefinisikan sebagai gaya secara kuantitatif. Apa pengaruh gaya-gaya tersebut pada benda lain? Karena pertama kali benda standar dipilih sembarang, maka dapat dimengerti bahwa percepatan suatu benda akan langsung sebanding dengan gaya yang diberikan. Namun gaya yang sama akan menimbulkan percepatan yang berbeda pada benda yang berbeda. Sebagai contoh sebuah bola kasti akan mendapat percepatan lebih besar daripada sebuah mobil jika diberikan gaya yang sama. Untuk memperoleh jawaban kuantitatif atas pertanyaan di atas diperlukan cara untuk mengukur massa, yaitu sifat benda yang menentukan keengganannya untuk berubah gerak.

Masa

Massa adalah sifat fisika dari suatu benda, yang secara umum dapat digunakan untuk mengukur banyaknya materi yang terdapat dalam suatu benda. Massa merupakan konsep utama dalam mekanika klasik dan subyek lain yang berhubungan. Dalam Standar Internasional, SI, massa diukur dalam satuan kilogram. Alat yang digunakan untuk mengukur massa biasanya adalah timbangan. Tidak seperti berat, massa di setiap tempat selalu sama. Misalnya: massa kita ketika di bumi dan di bulan sama, akan tetapi berat kita di bumi dan di bulan berbeda.

Hubungan antara massa dan berat adalah massa (kg) dikalikan percepatan gravitasi sama dengan gaya (N).

F = m.g

F (force) atau gaya/berat, m adalah massa, dan g adalah percepatan gravitasi / daya tarik bumi (m/detik2).

Beberapa orang menuliskan rumus tersebut dalam bentuk

W = m.g

di mana W menyatakan weight atau berat/gaya.

Mirip dengan hal itu, berat suatu benda di atas permukaan laut akan lebih besar dari pada beratnya pada puncak gunung yang tinggi. Hal ini disebabkan karena percepatan gravitasi di kutub lebih besar daripada di katulistiwa, dan percepatan gravitasi di atas permukaan laut lebih besar dari pada di tempat yang lebih tinggi (karena jaraknya ke pusat bumi lebih jauh).

Mari berdiskusi tentang "Sejarah Penemuan Gaya Dan Masa"

free web tracker