Kamera Kelas 10

College Loan Consolidation Wednesday, March 4th, 2015 - Kelas X

Kamera adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan bayangan fotografi pada film negatif. Pernahkah kita menggunakan kamera? Biasanya kita menggunakan kamera untuk mengabadikan kejadian-kejadian penting.

Advertisment

Bagian Kamera

Komponen-komponen dasar kamera adalah lensa, kotak ringan yang rapat, shutter (penutup) untuk memungkinkan lewatnya cahaya melalui lensa dalam waktu yang singkat, dan pelat atau potongan film yang peka.

Kamera terdiri atas beberapa bagian, antara lain, sebagai berikut.

  1. Lensa cembung, berfungsi untuk membiaskan cahaya yang masuk sehingga terbentuk bayangan yang nyata, terbalik, dan diperkecil.
  2. Diafragma, adalah lubang kecil yang dapat diatur lebarnya dan berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk melalui lensa.
  3. Apertur, berfungsi untuk mengatur besar-kecilnya diafragma.
  4. Pelat film, berfungsi sebagai tempat bayangan dan menghasilkan gambar negatif, yaitu gambar yang berwarna tidak sama dengan aslinya, tembus cahaya.

Bagian-bagian kameraBagian-bagian kamera.

Untuk memperoleh hasil pemotretan yang bagus, lensa dapat kita geser maju mundur sampai terbentuk bayangan paling jelas dengan jarak yang tepat, kemudian kita tekan tombol shutter.

Prinsip Kerja Kamera

Ketika shutter dibuka, cahaya dari benda luar dalam medan pandangan difokuskan oleh lensa sebagai bayangan pada film. Film terdiri dari bahan kimia yang peka terhadap cahaya yang mengalami perubahan ketika cahaya menimpanya.

Prinsip Kerja Kamera SederhanaPrinsip Kerja Kamera Sederhana

Pada proses pencucian, reaksi kimia menyebabkan bagian yang berubah menjadi tak tembus cahaya sehingga bayangan terekam pada film. Benda atau film ini disebut negatif, karena bagian hitam menunjukkan benda yang terang dan sebaliknya. Proses yang sama terjadi selama pencetakan gambar untuk menghasilkan gambar “positif ” hitam dan putih. Film berwarna menggunakan tiga bahan celup yang merupakan warna-warna primer.

Pelat Film Kamera

Pelat film menggunakan pelat seluloid yang dilapisi dengan gelatin dan perak bromida untuk menghasilkan negatifnya. Setelah dicuci, negatif tersebut dipakai untuk menghasilkan gambar positif (gambar asli) pada kertas foto. Kertas foto merupakan kertas yang ditutup dengan lapisan tipis kolodium yang dicampuri dengan perak klorida. Gambar yang ditimbulkan pada bidang transparan disebut gambar diapositif.

Konfigurasi Kamera

Ada tiga penyetelan utama pada kamera dengan kualitas yang baik, yaitu kecepatan shutter, f-stop, dan pemfokusan. Pada saat ini, walaupun banyak kamera dengan sistem penyetelan secara otomatis, pemahaman mengenainya akan berguna untuk menggunakan kamera apa pun dengan efektif. Untuk hasil yang khusus dan kualitas tinggi, kamera yang memungkinkan penyetelan manual harus dimiliki.

1. Kelajuan Shutter Kamera

Kelajuan shutter mengacu pada berapa lama penutup kamera (shutter) dibuka dan film terbuka. Laju ini bisa bervariasi dari satu detik atau lebih (“waktu pencahayaan”) sampai \frac{1}{1000} detik atau lebih kecil lagi. Untuk menghindari pengaburan karena gerak kamera, laju yang lebih cepat dari \frac{1}{100} detik biasanya digunakan. Jika benda bergerak, laju shutter yang lebih tinggi dibutuhkan untuk “menghentikan” gerak tersebut.

Kelajuan Shutter KameraShutter kamera

Umumnya shutter berada persis di belakang lensa, sedangkan pada kamera SLR (single-lens reflex / refleks lensa tunggal) adalah shutter “bidang fokus”, yang merupakan tirai tidak tembus cahaya persis di depan film yang bukaannya dapat bergerak cepat melintasi film untuk menerima cahaya.

2. f-Stop Kamera

Banyaknya cahaya yang mencapai film harus dikendalikan dengan hati-hati untuk menghindari kekurangan cahaya (terlalu sedikit cahaya sehingga yang terlihat hanya benda yang paling terang) atau kelebihan cahaya (terlalu banyak cahaya, sehingga semua benda terang tampak sama, tanpa adanya kesan kontras dan kesan “tercuci”. Untuk mengendalikan bukaan, suatu “stop” atau diafragma mata, yang bukaannya dengan diameter variabel, diletakkan di belakang lensa. Ukuran bukaan bervariasi untuk mengimbangi hari-hari yang terang atau gelap, kepekaan film yang digunakan, dan kecepatan shutter yang berbeda. Ukuran bukaan diatur dengan f-stop, didefinisikan sebagai:

f-stop=\frac{f}{D}

Dengan f-stop adalah panjang fokus lensa dan D adalah diameter bukaan. Contohnya, jika lensa dengan panjang fokus 50 mm memiliki bukaan D = 25 mm, maka lensa tersebut diatur pada \frac{f}{2}. Bila lensa diatur pada \frac{f}{8}, bukaan hanya 6 \frac{1}{4} mm (\frac{50}{6\frac{1}{4}} = 8).

3. Pemfokusan Kamera

Pemfokusan adalah peletakan lensa pada posisi yang benar relatif terhadap film untuk mendapatkan bayangan yang paling tajam. Jarak bayangan minimum untuk benda di jarak tak berhingga (∞ ) dan sama dengan panjang fokus. Untuk benda-benda yang lebih dekat, jarak bayangan lebih besar dari panjang fokus, sesuai dengan persamaan atau rumus lensa \frac{1}{f}=\frac{1}{s}+\frac{1}{s'} . Untuk memfokuskan bendabenda dekat, lensa harus dijauhkan dari film, hal ini biasanya dilakukan dengan memutar sebuah gelang pada lensa.

Pemfokusan KameraPemfokusan Kamera

Jika lensa terfokus pada benda dekat, bayangan tajam dari benda itu akan terbentuk, tetapi benda yang jauh mungkin akan kabur, tampak seperti pada gambar diatas. Berkas-berkas dari titik pada benda jauh akan berada di luar fokus, dan membentuk lingkaran pada film. Benda jauh akan menghasilkan bayangan yang terdiri atas lingkaran-lingkaran yang bertumpang-tindih dan akan kabur. Lingkaran-lingkaran ini disebut lingkaran kebingungan. Agar benda dekat dan jauh terlihat tajam pada saat yang sama dapat diperoleh dengan mengatur fokus lensa pada posisi pertengahan. Untuk pengaturan jarak tertentu, ada kisaran jarak di mana lingkaranlingkaran tersebut akan cukup kecil, sehingga bayangan akan cukup tajam. Kisaran ini disebut kedalaman medan. Untuk pilihan diameter lingkaran kebingungan tertentu sebagai batas atas (biasanya diambil 0,03 mm untuk kamera 35 mm), kedalaman medan bervariasi terhadap bukaan lensa. Faktor lain juga memengaruhi ketajaman bayangan, antara lain kekasaran film, difraksi, dan aberasi lensa yang berhubungan dengan kualitas lensa itu sendiri.

Berdasarkan panjang fokus dan ukuran film, lensa kamera dibedakan menjadi normal, telefoto, dan sudut lebar. Lensa normal adalah lensa yang menutup film dengan medan pandangan yang kira-kira sama dengan pandangan normal. Lensa normal untuk film 35 mm mempunyai panjang fokus dalam jarak 50 mm. Lensa telefoto berfungsi seperti teleskop untuk memperbesar bayangan. Lensa ini memiliki panjang fokus yang lebih panjang dari lensa normal, ketinggian bayangan untuk jarak benda tertentu sebanding dengan jarak bayangan, dan jarak bayangan akan lebih besar untuk lensa dengan panjang fokus yang lebih besar. Untuk benda-benda jauh, tinggi bayangan hampir sebanding dengan panjang fokus. Bila lensa telefoto 200 mm yang digunakan pada kamera 35 mm menghasilkan perbesaran 4× lensa normal 50 mm.

Lensa sudut lebar memiliki panjang fokus yang lebih pendek dari normal, medan pandang yang lebar akan tercakup dan benda-benda tampak lebih kecil. Lensa zoom memiliki panjang fokus yang dapat diubah, sehingga kita tampak mendekati atau menjauhi objek sewaktu mengubah panjang fokus kamera.

Mari berdiskusi tentang "Kamera Kelas 10"

free web tracker