Induksi Elektromagnetik

College Loan Consolidation Wednesday, September 24th, 2014 - Kelas IX

Induksi elektromagnetik merupakan konsep yang banyak digunakan dalam peralatan dalam kehidupan manusia. Prinsi induksi elektromagnetik ini dipelajari oleh Michael Faraday dalam mengahasilkan arus listrik dari medan magnetik. Setelah Oersted berhasil menemukan bahwa arus listrik dapat menghasilkan medan magnet, maka Michael Faraday (1791-1867) seorang ilmuwan dari Jerman bertanya-tanya dapatkah medan magnet menghasilkan arus listrik? Termotivasi hal tersebut, kemudian Faraday pada tahun 1822 memulai melakukan percobaan-percobaan. Setelah kurang lebih 9 tahun, barulah ia mendapatkan jawabannya yaitu pada tahun 1831 ia berhasil membangkitkan arus listrik dengan menggunakan medan magnet.

Advertisment

Induksi Elektromagnetik

Percobaan Induksi Elektromagnetik Dengan GalvanometerPercobaan Induksi Elektromagnetik Dengan Galvanometer

Jarum galvanometer bergerak menyimpang ketika magnet dimasukkan ke dalam kumparan dan akan menyimpang ke arah berlawanan ketika magnet tersebut ditarik keluar dari kumparan. Pada saat magnet bergerak terhadap kumparan, pada ujung-ujung kumparan timbul tegangan listrik dan pada penghantar timbul arus listrik. Peristiwa tersebut dinamakan induksi elektromagnetik. Tegangan yang dihasilkan disebut tegangan induksi dan arus listrik yang dihasilkan disebut arus induksi.

Pada saat magnet batang digerakkan keluar masuk kumparan, tegangan induksi yang ditimbulkannya merupakan tegangan bolak-balik atau lebih dikenal sebagai AC (alternating current).

Michael Faraday telah dapat menjelaskan penyebab peristiwa tersebut. Kita tentu masih ingat bahwa di sekitar magnet terdapat medan magnet yang berupa garis gaya magnet. Pada saat magnet dimasukkan ke dalam kumparan, jumlah garis gaya magnet yang memasuki kumparan akan semakin banyak dan jarum galvanometer bergerak ke kanan. Pada saat magnet dikeluarkan dari kumparan, jumlah garis gaya magnet dalam kumparan berkurang dan jarum galvanometer bergerak ke kiri. Berdasarkan analisis di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut. Tegangan induksi pada kumparan timbul akibat adanya perubahan banyaknya garis gaya magnetik yang masuk ke dalam kumparan ataupun yang keluar dari kumparan.

Karakteristik Induksi Elektromagnetik

Besar kecilnya tegangan induksi pada kumparan bergantung pada hal-hal berikut :

  1. Jumlah lilitan kumparan. Semakin banyak jumlah lilitan kumparan, semakin besar tegangan induksi yang dihasilkan.
  2. Kecepatan perubahan jumlah garis gaya magnet yang masuk ke dalam kumparan. Semakin cepat magnet digerakkan, semakin besar tegangan induksi yang dihasilkan.
  3. Kekuatan magnet. Semakin kuat magnet yang digunakan semakin besar tegangan induksi yang dihasilkan.

Besar tegangan induksi sebanding dengan kecepatan perubahan banyaknya garis gaya dan sebanding pula dengan jumlah lilitan kumparan. Juga sebanding dengan besarnya kekuatan magnet.

Beberapa peralatan yang prinsip kerjanya memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik, antara lain: generator dan transformator.

Mari berdiskusi tentang "Induksi Elektromagnetik"

free web tracker