Hukum Archimedes Kelas XI

College Loan Consolidation Tuesday, March 17th, 2015 - Kelas XI

Hukum Archimedes memberikan pemahaman kepada kita tentang gaya keatas yang diterima suatu benda pada zat cair.  Pernahkah kita menimba air dari sumur? Apa yang kita rasakan saat menimba? Timba terasa ringan saat ember masih di dalam air dan terasa lebih berat ketika muncul ke permukaan air. Hal ini menunjukkan bahwa berat benda dalam air lebih ringan daripada di udara. Hal ini disebabkan oleh adanya gaya ke atas dari air yang mengurangi berat ember. Gaya ke atas dalam zat cair disebut dengan gaya Archimedes.

Advertisment

Hukum Archimedes

Besarnya gaya ke atas sebanding dengan berat air yang ditumpahkan oleh balok. Artinya, suatu benda yang dicelupkan sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair mengalami gaya ke atas yang besarnya sama dengan berat zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut. Peryataan ini dikenal sebagai hukum Archimedes. Secara matematis hukum archimedes dapat dirumuskan sebagai berikut.

wu – wa = wc
Fa = wc
Fa = mc × g

Fa = ρc × Vc × g

Keterangan:

Fa : gaya Archimedes
wu : berat balok di udara
wa : berat balok di dalam zat cair
wc : berat zat cair yang ditumpahkan (N)
mc : massa zat cair yang ditumpahkan (kg)
ρc : massa jenis zat cair (kg/m3)
Vc : volume benda yang tercelup (m3)
g : percepatan gravitasi bumi (m/s2)

Gaya Pada Hukum Archimedes

Adanya gaya Archimedes dalam zat cair menjadikan benda yang dimasukkan ke dalam zat cair mengalami tiga kemungkinan, yaitu terapung, melayang, dan tenggelam.

Gaya Pada Hukum ArchimedesKeadaan benda di dalam zat cair

Terapung adalah keadaan seluruh benda tepat berada di atas permukaan zat cair atau hanya sebagian benda yang berada di bawah permukaan zat cair. Benda dapat terapung dikarenakan massa jenis benda lebih kecil daripada massa jenis zat cair ( ρb  <  ρc), sehingga berat benda juga lebih kecil daripada gaya Archimedes (wb < FA). Contoh peristiwa terapung, antara lain, gabus atau kayu yang dimasukkan ke dalam air.

Melayang adalah keadaan benda yang berada di antara permukaan dan dasar dari zat cair. Benda dapat melayang dikarenakan massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair ( ρb  =  ρc), sehingga berat benda menjadi sama dengan gaya Archimedes (wb = FA). Dengan kata lain, berat benda di dalam zat cair sama dengan nol. Contoh peristiwa melayang adalah ikan-ikan di dalam perairan.

Tenggelam adalah keadaan benda yang berada di dasar zat cair. Benda dapat tenggelam dikarenakan massa jenis benda lebih besar dari-pada massa jenis zat cair (ρb  >  ρc), sehingga berat benda juga lebih besar daripada gaya Archimedes (wb > FA). Contoh peristiwa tenggelam, antara lain, batu yang dimasukkan ke dalam air.

Ketiga keadaan terapung, melayang dan tenggelamnya suatu benda pada zat cair tersebut merupakan bukti dari hukum Archimedes.

Mari berdiskusi tentang "Hukum Archimedes Kelas XI"

free web tracker